Omen #3 "Misteri Organisasi Rahasia The Judges"
Sinopsis
File 3 : Kasus penganiayaan murid-murid SMA Harapan
Nusantara dalam proses seleksi anggota organisasi rahasia “The Judges”.
Tertuduh : Penyelenggara proses seleksi itu, alias para
anggota “The Judges” yang semuanya misterius, mencurigakan, dan menyebalkan.
Sifat sok berkuasa mereka membuat mereka jadi tertuduh ideal. Belum lagi
undangan demi undangan yang dilayangkan pada para anggota kendati sudah terjadi
peristiwa-peristiwa tak mengenakkan, menandakan mereka tidak peduli pada
korban. Tentu saja, tertuduh utama adalah pemimpin organisasi sok keren ini, si
Hakim Tertinggi.
Fakta-fakta : Pada minggu terakhir tahun ajaran, surat-surat
undangan dilayangkan pada anak-anak paling cerdas dan berbakat di kelas X,
mengajak kami untuk mengikuti proses seleksi untuk menjadi anggota organisasi
paling berpengaruh di sekolah kami. Tidak dinyana, satu per satu kami diserang
secara brutal pada proses seleksi, ditinggalkan dalam posisi seolah-olah mereka
menjadi korban ritual sebuah upacara.
Misi kami : Menemukan pelaku kejahatan sebelum kami sendiri
menjadi korban.
Penyidik Kasus,
Erika Guruh, Valeria Guntur, dan Rima Hujan
***
Omen#4 "Malam Karnaval Berdarah"
Sinopsis
File 4 : Kasus perusakan wajah anggota OSIS SMA Harapan
Nusantara di malam karnaval.
Tertuduh: Kelompok Radikal Anti-Judges. Tidak diketahui
siapa sebenarnya anggota kelompok yang namanya jelek banget ini, meski kami punya
dugaan kuat: Erika Guruh dan Valeria Guntur, dua anggota The Judges yang
membelot lantaran tidak menyetujui kebijakan-kebijakan OSIS. Tambahan lagi,
mereka berdua adalah kombinasi paling mematikan di sekolah kami yang sanggup
melawan Putri Badai si Hakim Tertinggi, yang punya sekutu berupa ketua OSIS
yang punya kemampuan misterius dan wakilnya yang berandalan, alias kami berdua.
Fakta-fakta: Putri Badai menerima surat-surat ancaman untuk
membubarkan susunan keanggotaan OSIS dengan tuduhan pemungutan suaranya
dimanipulasi. Saat Putri menolak menanggapi mereka, kami menemukan mayat
binatang diletakkan di ruang OSIS. Lebih parahnya lagi, di acara pertama yang
dilakukan oleh OSIS, mereka mulai mengincar anggota-anggota OSIS yang populer.
Satu per satu ditemukan dalam kondisi pingsan, dengan tubuh penuh luka dan
wajah yang dirusak.
Misi kami: Menemukan pelaku sebenarnya sebelum persahabatan
kami hancur untuk selamanya.
Penyidik Kasus,
Rima Hujan & Daniel Yusman


