Sinopsis:
Des penyihir. Tori
gagap dan culun. Chira bisa melihat hantu. Erin luar biasa cantik dan populer.
Keempat remaja yang tampaknya bertolak belakang ini ternyata memiliki kesamaan,
merasa terkucil dan mencintai buku. Tanpa sengaja mereka berkawan.
Tanpa sengaja? Itu
pikir mereka. Ada yang sengaja mempertemukan mereka, demi tugas yang harus
mereka hadapi. Tugas mengerikan yang akan menghadapkan mereka pada situasi
hidup dan mati, mimpi buruk yang jadi kenyataan. Keempat anak yang menyebut
diri sebagai The Bookaholic Club ini bakal melakukan sesuatu yang jauh lebih
berbahaya daripada sekadar mendiskusikan buku.
***
Ini
kedua kalinya aku baca novel ini, kira-kira udah 3 tahun yang lalu waktu aku
pertama kali membacanya. Kesan Pertama dulu sangat wahhh kerenn, seruu J.
Untuk kesan keduanya juga tetep sama, masih kerenn aja ni buku wkwk. Diliat dari
sinopsisnya novel ini bisa ditebak genre fantasinya, point yang ngebuat aku
sangat tertarik untuk membacanya. Sebenarnya aku baru baca buku keduanya baru
buku pertamanya. Jadi dulu aku udah bisa nebak ceritanya, setelah kubaca
ulang hari ini ternyata bukunya tipiss bangett, kurang banget adegan action nya.
Ngebayangin
punya sahabat-sahabat kayak punya Des aja udah bikin girang duluan, sifat mereka beda
banget. Des yang cantik tapi judes banget, blak-blakan, keras kepala, and a witch. Chira yang pinter pakek banget,
tegar, brave, judesnya setingkat
dibawah Des, and she can see ghost and our aura. Erin yang seorang putri dari
entah berantah yang harus bertahan dihadapan para kaum elite dengan fake smile nya. Tori yang gagap dan agak
penakut, tapi dialah gadis remaja yang bisa membaca rune. Mereka bertempat suka
banget dengan buku,hobby mereka yang sama yang membuat mereka jadi sahabat,
lalu Des pun menceritakan rahasianya sebagai penyihi kepada mereka. Yah..
karena mereka cewek, obrolan mereka nggak mungkin seputar buku doang kan? Mereka
juga nge gossip, terutama nge gosipin Luana, cewek popular yang suka sekali
mengejek Des, Chika, dan Tori dengan sebutan aneh, freak, hantu perpus, dll
Petualangan
mereka berawal dari sebuah buku hitam milik nenek moyang Des ang diberikan oleh
Kakek Lim, pemilik took buku antik.


0 comments:
Posting Komentar